Negara Hadir Jaga Papua Tetap Aman, Kekejaman OPM Dinilai Ancaman Nyata Kemanusiaan

Berita4 Views

BERITAJABAR.ID, Timika – Upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua terus dimaksimalkan di tengah dinamika yang ada. Kehadiran aparat TNI dan Polri di wilayah Papua dinilai berkontribusi terhadap terciptanya suasana yang lebih kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas harian dengan lebih tenang meski tantangan keamanan masih terus dihadapi.

Pendekatan yang humanis dan terintegrasi dengan tokoh masyarakat serta pemda menjadi salah satu unsur penting dalam mewujudkan rasa aman dan keteraturan sosial. Pendekatan ini dinilai efektif membangun kepercayaan serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

“TNI hadir di Papua sebagai penjaga kedamaian. Kami menekankan kepada setiap prajurit agar mengedepankan pendekatan humanis, menghormati adat dan budaya lokal, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Perdamaian hanya dapat terwujud apabila kepercayaan antara TNI dan rakyat terus terjaga,” tegas Panglima Komando Operasi Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto.

Ia menambahkan, stabilitas keamanan di Papua merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Stabilitas keamanan di Papua tidak dapat terwujud secara sepihak, melainkan melalui sinergi kuat antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung kelancaran aktivitas warga serta percepatan pembangunan di Papua,” ungkapnya.

Di tengah upaya tersebut, aparat keamanan menyoroti masih masifnya kekerasan yang dilakukan OPM. Kapolda Papua Irjen Patrige Renwarin mencatat, sepanjang 2025 terdapat 94 orang meninggal dunia akibat aksi OPM dari 104 kasus kekerasan yang terjadi di wilayah hukum Polda Papua.

“KKB [OPM] memang masih menjadi ancaman bagi keamanan di Tanah Papua hingga membuat warga menjadi ketakutan,” katanya.

Korban meninggal dunia tersebut terdiri atas sembilan anggota TNI, enam anggota Polri, 64 warga sipil, dan 15 anggota OPM. Selain itu, tercatat 120 orang luka-luka akibat aksi kekerasan tersebut.

Kekejaman OPM yang menyasar aparat dan warga sipil dinilai sebagai ancaman serius terhadap kemanusiaan dan persatuan bangsa. Kapolda Papua menegaskan, penanganan OPM membutuhkan peran aktif seluruh elemen daerah.

“Semua pihak diharapkan berperan aktif dalam mendukung pendekatan humanis yang dilakukan Polri, sehingga dengan tampilnya pemda, DPRD dan para tokoh diharapkan dapat menciptakan situasi yang lebih aman dan kondusif,” ujarnya.

Pemerintah bersama TNI-Polri menegaskan komitmen menjaga Papua tetap aman melalui langkah tegas, terukur, dan berlandaskan pendekatan humanis demi terwujudnya perdamaian berkelanjutan di wilayah Papua. #