Melepas Lulusan dengan Tradisi Sawer dan Sungkeman, SDN Kalisari II Cetak Generasi Beragam Cita-Cita

BERITAJABAR.ID, KARAWANG – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti SDN Kalisari II, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, pada Sabtu (27/6/2026). Sekolah ini sukses menggelar acara pelepasan dan perpisahan siswa-siswi kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan mengusung konsep tradisi budaya yang kental.

Meskipun diselenggarakan tanpa panggung hiburan yang mewah, momentum tahunan ini tetap berlangsung seru, meriah, dan penuh makna bagi seluruh keluarga besar sekolah.

Upacara Adat dan Prosesi Sawer yang Sarat Makna

Acara dimulai tepat pukul 07.30 WIB di halaman sekolah. Pembukaan kegiatan ditandai dengan upacara adat Sunda yang menampilkan tarian budaya kreasi garapan siswa-siswi SDN Kalisari II. Dalam prosesi ini, sepasang siswa dan siswi kelas VI didaulat menjadi pasangan pengantin adat. Mereka berjalan anggun memimpin rombongan, diiringi oleh jajaran guru serta seluruh siswa kelas VI di belakangnya menuju ruang kelas.

Sebelum memasuki ruangan, acara dilanjutkan dengan prosesi sawer. Tradisi ini menjadi simbol restu dan doa tulus dari para guru yang melepas anak didiknya dengan gantungan harapan terbaik untuk masa depan mereka.

Memasuki acara inti di dalam ruangan, suasana menjadi lebih tenang dan khusyuk saat pembacaan doa bersama serta lantunan ayat suci Al-Qur’an dikumandangkan oleh Linda, salah seorang guru SDN Kalisari II.

Pesan Menyentuh Pengawas, Kepala Sekolah dan Komite

Heru selaku pengawas sekolah menyampaikan bahwa beliau sedikit terlambat tiba di SDN Kalisari II karena padatnya rangkaian acara kegiatan kenaikan kelas. Beliau mengimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki anak lulusan PAUD agar segera mendaftarkannya ke sekolah dasar terdekat. Lebih lanjut, beliau juga menegaskan pentingnya pendidikan lanjutan, di mana seluruh lulusan SDN Kalisari II diwajibkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SLTP—baik ke MTs, SMP, maupun pesantren—demi masa depan anak-anak.

Kepala SDN Kalisari II, Yayah, dalam sambutannya menyampaikan rasa tidak percaya bahwa waktu enam tahun telah berlalu dengan cepat.

“Tak terasa waktu enam tahun sudah berlalu, sekarang waktunya kelas VI dilepas dan berpisah. Setiap pertemuan pasti memiliki perpisahan, namun setiap kenangan akan selalu abadi dalam ingatan,” ujar Yayah penuh emosi.

Ia juga menitipkan pesan mendalam agar para alumni menjaga nama baik orang tua dan sekolah. “Jagalah nama baik orang tua dan almamater, karena di balik siswa yang sukses ada dukungan orang tua yang hebat,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Ketua Komite Sekolah, Didin, menyampaikan apresiasi tertinggi kepada para orang tua siswa, khususnya kelas VI. Ia berterima kasih atas kerelaan dan gotong royong para orang tua dalam memberikan sumbangan biaya sehingga acara perpisahan ini dapat terlaksana dengan baik.

Permohonan Maaf dan Rasa Terima Kasih Orang Tua

Perwakilan orang tua siswa kelas VI, Qurrotulain, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas segala sikap dan ucapan anak-anak selama menempuh pendidikan enam tahun di sekolah tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Selama enam tahun ini anak-anak kami dibimbing dari yang tadinya tidak bisa baca, tulis, dan menghitung hingga bisa seperti sekarang. Semoga Allah memberikan kesabaran, kesehatan, serta rezeki yang lancar untuk semua guru,” ucap Qurrotulain.

Laporan Kelulusan dan Harapan Wali Kelas

Wali Kelas VI, Yusup, memaparkan data kelanjutan studi para lulusan. Dari total siswa, sebanyak 24 siswa telah mendaftar ke SMPN 2 Telagasari. Sementara itu, satu siswa masih menunggu proses validasi di SMPN 1 Telagasari, dan lima siswa lainnya memilih melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren serta mengikuti program Paket B.

Dalam kesempatan tersebut, Yusup juga menyampaikan permohonan maafnya kepada para siswa. “Kami merasa kurang maksimal dalam memberikan pelajaran kepada kelas VI. Semoga di jenjang SMP nanti, siswa-siswi bisa mendapatkan bimbingan yang jauh lebih maksimal lagi,” tuturnya rendah hati.

Rasa terima kasih juga mengalir dari perwakilan siswa kelas VI, Nuri. Ia menegaskan bahwa semua ilmu dan bimbingan guru akan selalu mereka ingat. “Kami meminta maaf sekaligus meminta doa restu dari para guru untuk menggapai jenjang pendidikan ke depan dengan sukses,” kata Nuri.

Beragam Cita-Cita dan Isak Tangis di Akhir Prosesi

Menariknya, lulusan SDN Kalisari II tahun ini memiliki impian yang sangat beragam. Saat didata, ada yang bercita-cita menjadi pilot, pemain sepak bola, polisi, pramugari, mekanik, astronot, pemadam kebakaran, dokter hewan, tentara, pelukis, hingga reporter. Namun, profesi dokter menjadi yang paling diminati oleh mayoritas siswa.

Acara ditutup dengan momen paling mengharukan, yaitu prosesi sungkeman dari seluruh siswa kelas VI kepada orang tua masing-masing. Diiringi pembacaan puisi permohonan maaf anak kepada orang tua yang sangat menyentuh hati, isak tangis haru pun pecah di dalam ruangan. Setelah bersimpuh di kaki orang tua, para siswa bergantian menjabat tangan dan memohon maaf kepada guru-guru yang telah berjasa membentuk karakter mereka selama enam tahun terakhir.