Distribusi Logistik Pemerintah Menjangkau Daerah Terisolasi Pascabanjir Sumatera

Berita2 Views

BERITAJABAR.ID,  Jakarta – Pemerintah memastikan distribusi bantuan logistik pascabanjir di sejumlah wilayah Sumatera terus berjalan optimal, termasuk menjangkau daerah-daerah yang sempat terlindungi akibat putusnya akses jalan dan jembatan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan keberadaannya memastikan distribusi logistik dan energi ke wilayah terdampak bencana di Sumatera terus berjalan dan dioptimalkan.

“Untuk Aceh per hari ini kami melakukan 18 sorti udara dengan total 15,6 ton.Sumatera Utara 12 sorti udara ditambah empat truk darat dengan total distribusi 27,5 ton, sementara Sumatera Barat terdistribusi 9,2 ton melalui jalur darat,” kata Abdul Muhari.

Ia menjelaskan, khusus untuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat, distribusi logistik kini lebih dioptimalkan melalui jalur darat seiring pulihnya sebagian besar akses jalan. Namun untuk wilayah Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, distribusinya masih sangat bergantung pada kondisi cuaca.

“Untuk BBM, hari ini telah terdistribusi 35 drum solar, terdiri dari 27,5 drum di Aceh Tengah dan 7,5 drum di Bener Meriah. Untuk LPG, pemerintah telah menyalurkan 5.500 tabung melalui 11 truk ke enam kecamatan di Kabupaten Bener Meriah,” ujarnya.

Selain logistik dan energi, BNPB juga terus mempercepat penyediaan perumahan sementara (huntara) di wilayah terdampak Sumatera.

“Huntara disiapkan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan tidak memiliki alternatif hunian lain. Sementara bagi warga yang memilih tinggal di rumah saudara atau menyewa, pemerintah menyalurkan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga per bulan,” ujar Abdul Muhari.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono mengatakan penyaluran bantuan dan distribusi logistik bagi masyarakat yang terkena bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dipastikan berjalan cepat dan terukur.

Total nilai bantuan penanganan tanggap darurat bencana di wilayah Sumatera yang telah tersalurkan mencapai Rp100.484.346.880.

“Berrupa lauk pauk, _family kit, kids wear,_ dan kebutuhan bahan makanan untuk 42 dapur umum,” kata Agus.

Agus juga menegaskan, setiap data korban yang telah dikumpulkan oleh bupati, wali kota, dan BNPB, segera ditindaklanjuti untuk proses pencairan.

“Setiap data yang telah diverifikasi oleh bupati, wali kota, dan BNPB, segera kami tindaklanjuti dengan proses pencairan untuk santunan korban meninggal,” ungkapnya.

Dengan distribusi logistik yang semakin merata dan terkoordinasi, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat Sumatera dalam menghadapi dan melewati dampak bencana banjir.