Swasembada Pangan 2025 Tercapai Lebih Cepat pada Era Pemerintahan Prabowo-Gibran

Berita28 Views

BERITAJABAR.ID,  Jakarta – Pemerintah memastikan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target awal pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Capaian tersebut terutama ditopang oleh keberhasilan swasembada beras, seiring melonjaknya produksi nasional dan menguatnya stok cadangan pemerintah.

Sejak awal masa pemerintahan, Presiden Prabowo menargetkan swasembada beras dapat diraih dalam waktu empat tahun atau pada tahun 2028.

Namun, ia mendorong percepatan kepada jajaran Kabinet Merah Putih dan seluruh pemangku kepentingan agar target tersebut dapat tercapai jauh lebih cepat.

“Kita juga sekarang di bidang pangan, ini salah satu prestasi kita yang sangat melegakan kita. Saya memberi waktu empat tahun untuk kita kembali swasembada beras, ternyata tim pangan kita berhasil insyaallah swasembada dalam satu tahun,” ujar Prabowo.

Pada Oktober 2025, Presiden mengungkapkan produksi beras nasional sepanjang Januari hingga Oktober 2025 telah mencapai 31.038.197 ton. Menurutnya, angka tersebut merupakan produksi tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan menjadi dasar percepatan target swasembada pangan.

“Ini adalah produksi tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Jadi ya boleh kita tegakkan kepala kita dengan penuh kehormatan. Saya kasih target empat tahun, mereka hasilkan dalam satu tahun,” kata Prabowo.

Selain produksi, Prabowo juga menyoroti penguatan stok cadangan beras pemerintah. Ia menyebut cadangan beras di gudang Perum Bulog telah mencapai 4,2 juta ton pada Juni 2025, angka tertinggi sepanjang sejarah nasional.

“Kita juga sekarang cadangan beras pemerintah di gudang Bulog mencapai 4,2 juta ton di bulan Juni 2025, juga tertinggi sepanjang sejarah NKRI,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan status swasembada pangan akan diumumkan pada awal Januari 2026.

Ia menyebut produksi beras sepanjang 2025 diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton atau meningkat 4,17 juta ton, dengan stok beras nasional sekitar 3,7 juta ton.***