Presiden Prabowo Beri Atensi Khusus Insiden Ojol, Ajak Masyarakat Tetap Tenang

Berita572 Views

BERITAJABAR.ID, JAKARTA — Pemerintah menekankan betapa pentingnya bagi semua pihak untuk bersama-sama menjaga kondusivitas pasca aksi penembakan pada 28 Agustus 2025 yang disertai dengan terjadinya kejadian tragis meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol).

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa duka yang mendalam dan menegaskan bahwa keadilan bagi korban serta perdamaian sosial terus menjadi prioritas utama.

Kepala Negara menyatakan bahwa dirinya akan menjamin penuh kehidupan dari keluarga korban kejadian kecelakaan ojol pada demo 28 Agustus tersebut.

“Kami juga akan memberikan perhatian khusus baik kepada orang tua maupun adik-adik dan kakak-kakaknya,” ujar Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya telah memerintahkan pengusutan secara tuntas atas kasus tersebut secara transparan.

Ia menambahkan, bila ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh aparat, maka tindakan yang tegas akan segera dilakukan oleh pemerintah bahkan tanpa pandang bulu.

Presiden juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang serta menyampaikan bahwa seluruh keluhan masyarakat akan dicatat oleh pemerintah dengan seksama.

Lebih lanjut, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

“Kami akan mendokumentasikan peristiwa yang terjadi. Saya minta maaf kepada keluarga korban dan seluruh keluarga besar ojek online atas musibah yang terjadi,” ucap Sigit saat mendampingi keluarga korban di RSCM, Jumat dini hari.

Ia menegaskan, kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi yang serius bagi kepolisian agar pengamanan masa depan berjalan lebih profesional dan humanis.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan pesan penting terkait langkah pengamanan pengawetan.

“Kami secara khusus meminta kepada aparat kepolisian untuk tetap sabar dan melakukan tindakan pengamanan dengan penuh kehati-hatian,” ujar Prasetyo kepada wartawan.

Ia menekankan bahwa pihak Istana terus berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk memastikan penanganan kasus berjalan tuntas.

Prasetyo menegaskan aparat kepolisian diminta memberikan perhatian penuh terhadap peristiwa yang menimpa pengemudi ojol tersebut.

Pemerintah menekankan bahwa pasca keputusan tersebut, semua pihak perlu mengedepankan perdamaian sosial.

Kondusivitas nasional menjadi kunci menjaga stabilitas politik, ekonomi, dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Seruan persatuan dan ketenangan masyarakat ditegaskan sebagai upaya bersama agar bangsa tetap berdiri kokoh menghadapi dinamika demokrasi. (*)

 

[edRW]