Jelang Ramadan, Popon Akan Adakan Acara Haul ke-167 Makam Syeh Quro Selama Empat Hari

BERITAJABAR.ID, KARAWANG – Menjelang datangnya bulan Ramadhan, Popon Patmawati selaku Kepala Desa bersama tokoh agama dan masyarakat sekitar akan mengadakan acara haul ke-167 Makam Syeh Quro. Acara ini diselenggarakan selama empat hari berturur-turut, mulai hari ini Kamis (12/02/2026) sampai hari Minggu (15/02/2026) di lokasi Makam Syeh Quro Pulobata, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang Karawang, Jawa Barat.

Acara haul akan dimulai pada Kamis pagi hari diisi dengan berbagai parade budaya religi, seperti doa dan pembacaan ayat suci Al-Quran, dilanjut dengan tausiah.

Selain itu akan ada pagelaran wayang golek dan turnamen olahraga seperti bola volly, pesertanya terdiri dari masyarakat sekitar Pulokalapa.

Popon Patmawati selaku Kepala Desa Pulokalapa mengatakan, acara haul ini konsisten dilaksanakan setiap tahun pada akhir bulan Sya’ban.

“Acara haul secara konsisten dilaksanakan pada sabtu terakhir bulan Sya’ban, menjadi momen spiritual dan budaya yang mempertemukan ribuan peziarah dari berbagai daerah, sebagai salah satu pusat wisata religi utama di Karawang, ” ujar Popon.

Makam Syeh Quro yang dulu dikenal dengan makam Syeh Hasanudin itu memiliki nilai histori yang tinggi, banyak ulama dan santri yang hapal membaca Al-Quran.

“Makam Syekh Hasanudin (Syekh Quro) memiliki nilai historis tinggi sebagai ulama yang hafal Al-Quran dan datang bersama para santrinya. Peringatan Haol ini, yang memadukan nilai Islam dan budaya Sunda, bertujuan untuk mendoakan para leluhur serta merawat warisan spiritual bagi generasi muda, ” ucapnya.

Pada kesempatan lain, Anom Suara selaku Sekretaris Desa Pulokalapa berharap acara haul ini tidak hanya sebagai hiburan saja, melainkan untuk memperkuat keharmonisan dan ajang silathurahmi antar warga sekitar.

“Saya berharap acara haul ini dapat memperkuat identitas masyarakat Karawang, sekaligus menjadi ajang silaturahmi yang harmonis” , ujar Anom.

Menurut sejarah Syekh Qurotul ‘Ain atau Syekh Quro yang memiliki nama asli yaitu Syekh Hasanudin, datang ke negara Indonesia khususnya ke tanah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, untuk menyebarkan ajaran agama Islam, menurut sejarah, yaitu pada tahun 1418 silam.

Keberadaan Makam Syekh Quro sendiri, baru diketemukan pada tahun 1859 oleh Raden Soemaredja atau Ayah Djiin.

Makan Syekh Quro merupakan aset desa dan  situs bersejarah penting penyebaran Islam di Jawa Barat yang perlu dilestarikan. Sebagai pusat wisata religi yang ramai dikunjungi, pelestarian makam ini mendesak untuk merawat nilai sejarah, mendukung ekonomi lokal, dan menjaga warisan budaya. Perbaikan infrastruktur dan pengelolaan yang lebih profesional sangat diperlukan.  (Dinros)