Danantara Fokuskan Investasi 2026 pada Proyek Produktif dan Penciptaan Kerja

Berita7 Views

BERITAJABAR.ID,  JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mencanangkan arah investasi 2026 dengan menempatkan penciptaan lapangan kerja dan penguatan fondasi ekonomi sebagai prioritas utama. Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) difokuskan pada proyek-proyek strategis yang memiliki dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi perekonomian nasional.

Pendekatan tersebut menandai peningkatan peran investasi negara yang tidak semata-mata bertujuan untuk mencapai hasil yang tidak seimbang, tetapi juga memastikan manfaat sosial yang luas. Seleksi proyek dilakukan secara ketat untuk menjamin kelayakan finansial sekaligus kontribusi terhadap transformasi ekonomi. Arah kebijakan ini konsistensi Danantara dalam menghubungkan modal dengan kepentingan jangka panjang.

CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menegaskan mandat ganda tersebut menjadi landasan pengelolaan investasi ke depan.

“Roadmap investasi disusun agar setiap proyek mampu memberikan keuntungan yang sehat sekaligus mendorong penciptaan nilai bagi perekonomian nasional,” ujar Rosan P. Roeslani.

Pernyataan itu mencakup pemilihan sektor dan skema pembiayaan yang menumbuhkan ekosistem usaha. Investasi diarahkan pada proyek yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, meningkatkan kapasitas industri, serta memperluas jejaring ekonomi domestik dan internasional. Dengan desain seperti ini, manfaat investasi diharapkan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Salah satu proyek unggulan adalah pengembangan Kampung Haji di Makkah, Arab Saudi. Proyek ini diposisikan sebagai simpul layanan jamaah sekaligus penggerak ekonomi halal yang berkelanjutan. Selain memperkuat kehadiran Indonesia di rantai nilai global, proyek tersebut diproyeksikan membuka ribuan lapangan kerja bagi tenaga kerja Indonesia.

“Pengembangan Kampung Haji berpotensi menciptakan hingga 7.500 lapangan kerja dan menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan setiap tahunnya,” tegas Rosan P. Roeslani.

Di dalam negeri, Danantara juga memprioritaskan proyek pengelolaan sampah menjadi energi atau waste-to-energy (WtE). Inisiatif ini menjawab dua kebutuhan sekaligus, yakni pengurangan beban lingkungan dan penguatan ketahanan energi. Selama tahap konstruksi, proyek WtE diperkirakan menyerap ribuan tenaga kerja, dengan tambahan pekerjaan tetap saat operasional.

Disiplin tata kelola menjadi pertunjukan utama agar target tersebut tercapai. Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, menekankan pentingnya mitigasi risiko dan prinsip bankable dalam setiap keputusan investasi.

“Setiap proyek harus memenuhi standar kelayakan dan memberikan nilai tambah yang jelas bagi perekonomian Indonesia,” ujar Pandu Patria Sjahrir.

Pendekatan ini memastikan penggunaan modal negara berlangsung optimal dan akuntabel. Pengawasan pelaksanaan, evaluasi berkala, serta pengelolaan risiko dilakukan untuk menjaga kinerja proyek tetap pada jalurnya. Dengan kombinasi proyek luar negeri dan domestik, Danantara memperluas spektrum dampak ekonomi.

Secara agregat, dua proyek utama tersebut berpotensi menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja. Angka ini memperkuat peran Danantara sebagai katalis pertumbuhan yang menghubungkan investasi dengan penciptaan kerja. Melalui strategi nasional 2026 yang terukur, BPI Danantara menegaskan komitmen yang mendorong pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekonomi. (*)