Program Bansos Terdampak Covid-19 Berlanjut Hingga 2021
User

Program Bansos Terdampak Covid-19 Berlanjut Hingga 2021

BERITAJABAR.ID - Bantuan sosial dari pemerintah akan dilanjutkan hingga tahun depan, karena masa pandemi belum berakhir. Bansos diberikan tak hanya kepada rakyat miskin, tapi juga untuk karyawan swasta, pengangguran dan pengusaha UMKM. Semoga dengan bansos ini bisa membantu masyarakat menghadapi efek pandemi covid-19.

Sejak awal pandemi covid-19 pemerintah memberikan bantuan sosial berupa paket sembako atau uang senilai 600.000. Pada awalnya, bansos ini direncanakan akan diberi selama 4 bulan. Namun ketika pandemi belum juga berakhir, pemerintah berencana memberi bansos sampai tahun 2021.

Airlangga Hartarto, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan PEN menyatakan bahwa bansos diberikan lagi untuk menjaga daya beli masyarakat. Dalam artian ketika rakyat diberi stimulus berupa uang, maka bisa dibelanjakan dan membuat perputaran uang meningkat. Ekonomi negara akan membaik karena ada aktivitas yang terus-menerus di pasar.

Airlangga melanjutkan, tak hanya bansos berupa uang yang akan diberi. Namun juga program kartu pra kerja, bantuan presiden untuk pengusaha UMKM, subsidi gaji untuk pegawai swasta yang gajinya di bawah 5 juta rupiah. Juga bantuan sembako untuk rakyat dan program keluarga harapan. Semua ini demi menyaratakan bantuan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Mentri Keuangan Sr Mulyani menyatakan bahwa total anggaran yang dikeluarkan pemerintah mencapai 110 trilyun. Memang cukup besar, namun dperlukan agar mengurangi kemiskinan. Bansos tunai nilainya dikurangi menjadi 200.000 rupiah, begitu juga dengan uang saku kartu pra kerja dan dana desa (BLT). Namun akan diberikan hingga mei 2021.

Lanjutan pemberian bantuan sosial sangat dinanti rakyat karena selain pandemi belum berakhir, perekonomian juga belum terlalu baik. Walau di era adaptasi kebiasaan baru pasar dan Mall boleh dibuka lagi, namun keadaan belum 100% kembali sebelum corona menyerang. Bahkan ada lapak dan restoran yang terpaksa tutup karena keadaannya sepi.

Mayoritas pertokoan sepi karena masyarakat cenderung membeli via online shop. Namun jika mereka juga merambah untuk berpromosi di dunia maya, harus mau berjuang karena persaingannya ketat. Bahkan ada yang mau merusak harga demi mendapat banyak pembeli.

Oleh karena itu pemberian bantuan sosial untuk pengusaha UMKM sebaiknya dilengkapi juga dengan pelatihan untuk meningkatkan ilmu pemasaran. Misalnya, seminar online tentang cara berjualan di marketplace, cara branding produk yang dijual, cara memasarkan barang lewat media sosial dan website, dan lain-lain. Pengusaha jadi lebih cerdas dan mengembangkan tokonya.

Jika program kartu pra kerja diperpanjang, maka sangat bagus. Karena masih banyak pengangguran yang membutuhkannya. Mereka senang karena selain mendapat uang saku, juga mendapat ilmu dari pelatihan yang bisa dipilih sendiri. Dengan modal ilmu yang didapatkan, misalnya copy writing atau digital marketing, mereka bisa membuka usaha sendiri dan menyerap tenaga kerja.

Walau nominal bantuan berkurang, namun masyarakat masih harus bersyukur. Karena pemberian bansos yang diperpanjang adalah bukti perhatian dari pemerintah. Presiden berusaha keras agar semua warga negara Indonesia menerima bantuan, karena tak hanya rakyat miskin yang kena efek badai corona. Namun juga kelas menengah bahkan kelas atas.

Jika masyarakat menerima bantuan sosial maka harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Jangan malah menjual sembako dari paket bansos. Untuk pengusaha, maka bantuan presiden juga harus dirupakan barang dagangan. Jangan malah dihabiskan atau dibelikan benda konsumtif dan keperluan tersier.

Bantuan sosial dari pemerintah yang akan diperpanjang membuat masyarakat senang karena mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Bansos ini juga harus dimanfaatkan semaksimal mungkin agar perekonomian berjalan lancar. Pandemi menghantam hampir semua sektor, namun kita harus tetap sabar.

  Oleh : Burhanudin Alwi )* Penulis adalah kontributor LSISi

TAGS: nasional

Image

Write a Facebook Comment

Leave a Comments

UPDATE COVID-19

Jejak Pendapat

Penyebaran COVID-19 Sangat Memprihatinkan, Setujukah Indonesia Lockdown ?