Penyebaran Covid-19 di Indonesia Terkendali
User

Penyebaran Covid-19 di Indonesia Terkendali

BERITAJABAR.ID - Pandemi covid-19 masih kita jalani, namun 54,3 persen rakyat Indonesia merasa penyebaran Corona masih dalam batas yang terkendali. Buktinya, jumlah pasien Corona yang sembuh makin meningkat. Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras pemerintah, tim satgas covid, dan masyarakat yang taat peraturan.

Survey dari lembaga Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari setengah dari warga negara negeri ini meyakini bahwa penyebaran Corona masih terkendali. Hasil survey ini menggambarkan pendapat masyarakat di Indonesia, karena merupakan survey nasional. Banyak orang yang percaya bahwa penyakit ini bisa ditumpas dan kita bisa segera bebas Corona.

Hasil dari survey ini tak hanya di atas kertas, namun memang sesuai dengan yang ada di lapangan. Dokter Reisa Broto Asmoro menyatakan bahwa ada kenaikan angka kesembuhan pasien covid-19 di Indonesia. Jumlahnya dari 72,8% jadi 75,27%. Peningkatan ini adalah kabar baik karena jauh lebih banyak pasien yang sembuh daripada yang tidak.

Angka kesembuhan yang naik merupakan indikasi yang bagus. Menurut juru bicara Satgas Covid, Dokter Wiku, persentase angka kesembuhan Corona di dunia hanya 74%. Sedangkan angka penyebaran Corona di Indonesia 21%, lebih rendah dari persentase penularan virus ini secara global, yakni di atas 22%.

Ketika persentasi kesembuhan 75,27% alias ¾ dari jumlah pasien, bukan berarti seperempat dari mereka meninggal dunia. Sisanya tentu masih dirawat di Rumah Sakit. Angka mortalitas di Indonesia adalah 3,7%. Kebanyakan mereka yang tak tertolong memang sudah punya penyakit bawaan (komorbid) seperti jantung, hipertensi, dan gagal ginjal. Juga berusia di atas 50 tahun.

Keberhasilan dari penekanan penyebaran Corona di Indonesia adalah buah dari kerja keras pemerintah, tim satgas covid-19 dan para tenaga kesehatan. Tim satgas dengan sigap melakukan rapid test secara acak untuk mengetahui apakah ada masyarakat yang positif Corona. Setelah itu, mereka dibawa ke Rumah Sakit atau jika terpaksa (karena kamar penuh) wajib isolasi mandiri.

Tim Satgas juga diatur oleh pemerintah untuk mengadakan tracing alias penelusuran dari pasien Corona. Setiap orang yang berkontak wajb didata dan dites rapid. Karena saat ini banyak orang tanpa gejala yang tak menunjukkan indikasi kena Corona seperti pusing dan kehilangan indra penciuman, tapi tiba-tiba sakit. Ternyata ia tak sengaja tertular virus covid-19.

Pemerintah juga menggratiskan pengobatan Corona di RS yang ditunjuk, dengan syarat memakai kartu BPJS. Jika tidak ditanggung maka biaya mencapai ratusan juta rupiah. Oleh karena itu, sebagai warga negara yang baik, kita wajib tertib membayar iuran BPJS untuk keselamatan dan kesehatan sekeluarga.

TNI juga memberi bantuan agar angka penyebaran Corona makin menurun, dengan menyediakan RS Tentara sebagai tempat isolasi pasien covid. Hal ini untuk menolong mereka yang kehabisan kamar di RS pemerintah, sehingga segera mendapat pertolongan dari tenaga medis, dan bisa lekas sembuh setelah diobati selama 2 minggu.

Penurunan angka penularan Corona juga hasil dari ketertiban masyarakat yang disiplin menaati protokol kesehatan, seperti pakai masker. Pelindung wajah yang digunakan juga yang berstandar kesehatan, dan bukan masker scuba atau buff yang tidak efektif melawan droplet. Masyarakat juga terbasa membawa hand sanitizer dan selalu menjaga imunitas dan higienitas.

Turunnya persentasi penurunan angka pasien Corona di Indonesia adalah sebuah harapan baru, karena kita optimis pandemi bisa lekas berakhir. Semua pihak mulai dari pemerintah, tenaga medis, tim satgas covid, dan warga sipil bekerja sama menumpas Corona. Semoga semua orang tetap disiplin menjaga kesehatan dan taat protokol agar tak ada lagi penularan Corona.

 Oleh : Zainudin Zidan )* Penulis adalah warganet tinggal di Banten

TAGS: nasional

Image

Write a Facebook Comment

Leave a Comments

UPDATE COVID-19

Jejak Pendapat

Penyebaran COVID-19 Sangat Memprihatinkan, Setujukah Indonesia Lockdown ?