New Normal Cepat Pulihkan Ekonomi Indonesia
User

New Normal Cepat Pulihkan Ekonomi Indonesia

Setelah dihantam badai corona, Indonesia kembali berusaha untuk membangkitkan kembali sektor ekonomi. Dibukanya era new normal membuat harapan baru bagi para pengusaha, karena pabrik diperbolehkan beroperasi kembali. Para karyawannya juga senang karena bisa bekerja lagi. Bahkan Indonesia diprediksi akan jadi negara kedua setelah China, yang pertumbuhan ekonominya maju pesat walau sempat terkena serangan covid-19.

Virus covid-19 yang mengerikan tak hanya menyerang tubuh manusia, tapi juga kondisi ekonomi kita. Saat ada peraturan stay at home, maka pedagang kaki lima bingung karena kehilangan pembeli. Sekarng saat era new normal dibuka, maka mereka bisa bernapas lega karena pelanggan lama mulai berdatangan.

Pasar dan supermarket yang dibuka lagi juga membuat roda ekonomi bergerak kembali. Perputaran uang ada lagi, meski belum sebanyak dulu, sebelum ada pandemi covid-19. Namun hal ini patut disyukuri karena daya beli masyarakat masih ada, walau ada sebagian yang terpaksa mengurangi pengeluaran tersier dan sekunder akibat penghasilannya menurun.

Untuk mempercepat pemulihan ekonomi, maka pemerintah daerah harus memfasiltiasinya. Hal ini dolontarkan oleh Fadel Muhammad. Wakil Ketua MPR ini menyatakan bahwa dengan beroperasinya sektor industri, maka perekonomian dapat bergeliat kembali dan mengatrol pertumbuhan ekonomi. Jadi ia menyambut baik jika pabrik-pabrik diaktifkan lagi, setelah sempat ditutup karena ada aturan stay at home dan PSBB.

Fadel Muhammad yang pernah menjabat sebagai Gubernur Gorontalo juga menambahkan bahwa fasilitas yang diberikan oleh pemerintah daerah bisa berupa operasi pasar alias menjual sembako dengan harga yang sangat terjangkau. Rumah pangan di tingkat desa juga diaktifkan, serta melibatkan pengusaha UMKM, terutama ketika pemerintah daerah sedang membelanjakan anggaran. Hal ini memang menguntungkan bagi kedua belah pihak, karena pemerintah daerah mendapat barang dengan harga terjangkau dan pengusaha UMKM mendapat keuntungan.

Langkah-langkah yang diusulkan oleh Fadel ini sangat baik untuk diaplikasikan di banyak kota dan desa. Ketika ada operasi pasar, maka masyarakat bisa bahagia karena bisa mendapat beras, gula, dan sembako lain dengan harga murah. Apalagi di masa ini, orang-orang cenderung untuk mengutamakan pembelian embako daripada barang-barang lain. Usulan untuk melibatkan UMKM juga bagus, karena pengusaha ini masih dalam kelas menengah dan kecil. Sudah seharusnya mereka diperhatikan pemerintah daerah, karena berani berusaha walau modalnya tidak banyak.

Jika semua orang bekerja sama mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat, maka kondisi ekonomi Indonesia akan bangkit lagi. Pemerintah daerah menuruti aturan dari pemerintah pusat. Pemerintah pusat juga membuat aturan yang menguntungkan rakyat banyak, misalnya pembukaan pasar dan pengiriman gabah dari daerah yang surplus ke yang minus. Sehingga tidak usah impor lagi.

Masyarakat juga diharap bisa menaati aturan pemerintah, agar ekonomi Indonesia bisa naik lagi. Belilah produk lokal agar menguntungkan para pengusaha UMKM. Taati protokol kesehatan ketika berbelanja ke pasar, Mall, atau supermarket. Minimal memakai masker kain dan membawa hand sanitizer. Namun lebih baik lagi mencuci tangan di tempat yang disediakan. Karena jika semua orang tertib, maka tidak ada lagi pasien corona. Sehingga Indonesia tidak akan kena serangan covid-19 gelombang kedua dan terpaksa di-lockdown.

Kita harus optimis bahwa Indonesia tidak akan jatuh ke dalam palung resesi. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia apda kuartal awal 2020 memang mengkhawatirkan, namun bukan berarti terus menurun. Pemerintah sudah berusaha keras agar sektor ekonomi bangkit lagi. Salah satu caranya dengan membuka era new normal dan membuka kembali pasar dan pusat perbelanjaan. Tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan.

 )* Penulis adalah warganet, tinggal di Bekasi


Image

Write a Facebook Comment

Leave a Comments

UPDATE COVID-19

Jejak Pendapat

Penyebaran COVID-19 Sangat Memprihatinkan, Setujukah Indonesia Lockdown ?