Dampak Positif Program Pemulihan Ekonomi Nasional
User

Dampak Positif Program Pemulihan Ekonomi Nasional

BERITAJABAR.ID - Program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dibuat oleh pemerintah adalah solusi jitu untuk menolong masyarakat. Mereka mendapat bantuan modal usaha, keringanan bunga cicilan, dan pengurangan pajak. Masyarakat sudah merasakan dampak positif dari program pemulihan ekonomi nasional dan bisa memulai bisnisnya kembali.

Pandemi corona memukul semua sektor, terutama ekonomi. Dampaknya, masyarakat kelimpungan karena kehilangan pekerjaan. Pengusaha UMKM juga mengalami kerugian karena tokonya sepi. Banyak orang memilih untuk membeli sembako daripada kebutuhan sekunder dan tersier. Serangan virus mengakibakan krisis ekonomi yang menyedihkan.

Untuk mengatasi dampak corona, pemerintah mencanangkan program ekonomi nasional. Tujuannya membantu pengusaha dan kalangan masyarakat lain agar tetap survive. Pada program ini, ada beberapa macam bantuan, seperti kredit modal kerja, pengurangan nilai pajak, pengurangan suku bunga kredit di Bank dan perusahaan finance, dan lain-lain.

Masyarakat merasakan dampak dari program pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya Sofia Rahayu. Awalnya ia adalah pengusaha konveksi suvenir, lalu di tengah pandemi, banting setir jadi produsen APD. Namun sayangnya harga bahan bakunya naik 3 kali lipat. Ia sangat senang karena mendapat kredit modal kerja dari Bank BUMN yang jadi penyalur PEN.

Pengusaha lain yang mendapat kredit modal kerja adalah Dewi Katmujiwati. Bisnis kafe dan bengkelnya terpaksa ditutup sejak awal pandemi. Kini di era adaptasi kebiasaan baru, ia bisa membuka lagi usahanya, karena mendapat pinjaman sebesar 150 juta rupiah, juga dari sebuah Bank BUMN. Bunganya juga relatif rendah sehingga membantunya dalam mencicil.

Pengusaha UMKM memang mendapat perhatian dari pemerintah, karena mereka menyerap banyak tenaga kerja. Mentri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa semua aspek untuk dunia usaha, terutama UMKM diberi bantuan dari pemerintah. Total anggaran dari PEN adalah 123,46 trilyun rupiah, dan diharap bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha UMKM.

Kepuasan dari para pengusaha UMKM ini membuktikan bahwa proyek program ekonomi nasional tidak hanya menghabiskan anggaran APBN. Namun benar-benar digunakan untuk menaikkan kembali kondisi finansial rakyat Indonesia. Mengapa para pengusaha yang pertama dibantu? Tentu karena mereka yang menjalankan roda perekonomian Indonesia.

Kalangan masyarakat lain juga merasakan manfaat dari program pemulihan ekonomi nasional. Mereka bisa mendapat keringanan pajak, sehingga beban yang harus dibawa tidak terlalu besar. Pemerintah sadar bahwa kondisi ekonomi di Indonesia sedang tiarap. Oleh karena itu, masyarakat membayar pajak dengan nominal tidak sebesar biasanya.

Penyerapan anggaran program pemulihan ekonomi nasional memang belum 100%. Namun ini terjadi karena ada jutaan orang yang dibantu oleh PEN. Jadi Anda tinggal menunggu giliran dan merasakan manfaat dari program itu. Jika belum dapat kredit dengan bunga lunak,  ajukan keringanan bunga cicilan pada Bank BUMN tempat Anda mengambil kredit.

Masyarakat juga jangan lupa akan pesan presiden untuk memanfaatkan bantuan tersebut sebagai modal bisnis. Jangan malah dibuat beli HP atau untuk belanja barang konsumtif lain. Hargai kepercayaan dari pemerintah. Buka kembali bisnis yang sempat mati suri atau tambahkan varian dagangan, sehingga makin banyak pembeli yang tertarik untuk belanja.

Jika ada keringanan bunga cicilan juga manfaatkan dengan baik. Jangan malah melarikan diri dan malas membayarnya. Karena sebagai pengusaha dan warga negara yang baik, Adna harus bertanggung jawab. Toh bunganya sudah didiskon hingga 50%, dan masa pinjamnya diperpanjang. Jadi cicilannya tidak terlalu besar.

Program pemulihan ekonomi nasional sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama pengusaha. Mereka mendapat bantuan kredit untuk modal usaha, agar bisnisnya bisa berjalan lagi. Kita juga wajib membantu program PEN dengan tertib membayar cicilan, pajak, dan menggunakan bantuan modal untuk berbisnis.

Oleh : Ahmad Bustomi )* Penulis adalah Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

TAGS: nasional

Image

Write a Facebook Comment

Leave a Comments

UPDATE COVID-19

Jejak Pendapat

Penyebaran COVID-19 Sangat Memprihatinkan, Setujukah Indonesia Lockdown ?