Mewaspadai Reuni PA 212 Ajang Sosialisasi Khilafah
Oleh : Ahmad Pahlevi )*

By Adminjabar 22 Nov 2019, 21:33:51 WIBDunia Islam

Mewaspadai Reuni PA 212 Ajang Sosialisasi Khilafah

Keterangan Gambar : Mewaspadai Reuni PA 212 Ajang Sosialisasi Khilafah


Persaudaraan Alumni (PA)  212 berencana melaksanakan reuni layaknya anak sekolah pada 2 Desember 2019. Seperti tahun sebelumnya, acara tersebut diduga kuat akan dimanfaatkan oleh Kelompok eks Hizbut Tahrir untuk menyuarakan konsep khilafah kepada masyarakat. 

 

Apabila merujuk pada pengertian dari KBBI, tentu timbul pertanyaan, apa benar gerakan 212 adalah sarana pendidikan layaknya sekolah, atau apa benar gerakan 212 merupakan perjuangan. 

Apapun istilahnya, urgensi dari reuni 212 juga masih dipertanyakan, setelah gerakan 212 berhasil mengantarkan Ahok menuju pintu penjara. Mereka lantas membentuk sebuah kelompok bernama PA 212. 

Kelompok tersebut merasa bahwa Pemerintahan di Indonesia tidaklah ideal, dalam reuni tahun lalu, sehingga mereka berani mengatakan ganti presiden untuk menjadikan khilafah sebagai ideologi di Indonesia.

Padahal Nabi Muhammad SAW saja tidak pernah mempraktikan pendirian negara Islam, lantas mengapa masih ada sekelompok orang yang menggebu-gebu ingin mendirikan khilafah dalam artian negara Islam.

Timbul pertanyaan juga, mengapa reuni 212 diadakan di Monas? Padalah monas sendiri merupakan ikon kota Jakarta. Dan setiap hari libur, Monas selalu dikunjungi banyak wisatawan.

Jika Reuni 212 tetap dilaksanakan di Monas, tentu saja hal tersebut mengganggu masyarakat yang hendak berlibur ke Monas, belum ditambah kemacetan yang akan ditimbulkannya.

Tentu saja kelompok yang akan menyelenggarakan reuni 212 patutlah diwaspadai, sebab kelompok tersebut bertujuan untuk mengganti ideologi pancasila menjadi khilafah.

Hal ini dibuktikan dengan pernyataan dari pelaksana tugas (Plt) Ketua PA 212, Asep Syarifudin yang mengharapkan agar khilafah bisa tegak berdiri di Indonesia. Menurut Asep sistem kenegaraan yang berlandaskan khilafah tidak terlarang.

Namun, jika mereka menginginkan khilafah di Indonesia kenapa harus menggunakan aksi demonstrasi, padahal aksi demonstrasi itu merupakan bagian dari demokrasi.  Sehingga kita tentu tahu bahwa tujuan demokrasi itu adalah mengkritisi kebijakan pemerintah demi kepentingan bangsa, bukan lantas demi eksistensi atau kepentingan kelompoknya sendiri.

Kelompok PA 212  banyak melakukan aksi demonstrasi dengan seruan untuk menegakkan aturan-aturan menurut syariat Islam dan meminta Presiden Jokowi untuk turun dari kursi Jabatannya. Nah hal ini tentu tidak masuk akal, karena suara Jokowi masih tetap unggul baik di periode satu maupun periode keduanya.

Salah satu peserta aksi 212, Soni Darmawan menuturkan, orasi-orasi dalam demo 212 tersebut memang menyuarakan khilafah dan syariat Islam. Bahkan salah satu diantara peserta aksi dari Gerakan Mahasiswa mengatakan bahwa khilafah merupakan salah satu solusi yang diberikan pihaknya terkait masalah yang ada di Indonesia.

Jika memang demikian yang terjadi, terbayang sudah salah satu alasan mengapa reuni 212 akan terselenggarakan, mereka sudah tidak memiliki junjungan politis yang dielu-elukan, kalaupun ada bisa jadi ada maksud tertentu dibelakangnya,

Pernyataan tersebut jelas menjadi bukti bahwa PA 212 tengah mencari momentum untuk merongrong keberadaan Pancasila sebagai Ideologi Indonesia.

Masyarakat pun patut mewaspadai dan jangan terprovokasi oleh beragam suara yang mengagung-agungkan khilafah. Karena ideologi tersebut jelas tidak cocok untuk negara Indonesia dengan segala kebhinekaannya, sehingga jangan sampai kita berpikiran sempit bahwa segala permasalahan di Indonesia akan selesai dengan mengubah ideologi negara.

Apalagi, salah satu strategi yang digunakan kelompok tersebut adalah menggandeng para pemimpin agama, termasuk para habib, hal tersebut bertujuan untuk meyakinkan masyarakat bahwa gerakan tersebut berdasarkan pada ajaran dan nilai-nilai Islam.

Kita sudah sama-sama mengetahui siapa saja yang ada dibalik Reuni 212, dibalik gerakan tersebut, mereka menyuarakan paham khilafah di Indonesia yang dapat melukai demokrasi yang telah kita rawat, tentu jangan sampai ideologi khilafah lantas menggeser Pancasila dari NKRI, jika itu terjadi bukan solusi untuk Indonesia, tapi justru menambah luka bagi para pendiri bangsa yang telah berjuang dalam mempersatukan masyarakat Indonesia yang bhineka.

 

)* Penulis adalah pemerhati sosial politik



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Presiden Dan Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2019 - 2024
  1. Joko Widodo - Maruf Amin
  2. Prabowo Subianto - Sandiaga Salahudin Uno

Komentar Terakhir

  • GirresLeanieget

    3d7b31 cialis moins cher de paris http://philcilonline.com/ try ...

    View Article
  • medoApoms

    cannabidiol pronunciation [url=https://cbdoil33.com/#]buy cbd usa[/url] cbd anxiety ...

    View Article
  • TobTeTteEropy

    where can i buy cbd oil near me <a href="https://cbdoil33.com/#">zilis ...

    View Article
  • Queuemymn

    cbd with thc for sale [url=https://cbdoil33.com/#]cbd oil side effects[/url] ...

    View Article