Implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Negara Berkembang Menuju Industri 4.0

By Adminjabar 24 Apr 2019, 09:14:59 WIBKesehatan

Implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Negara Berkembang Menuju Industri 4.0

Keterangan Gambar : Implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Negara Berkembang Menuju Industri 4.0


Beritajabar.id - Jakarta, Melihat pentingnya penerapan K3, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) untuk kedua kalinya menggelar International Conference of Occupational Health and Safety atau Konferensi Internasional tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (2nd ICOHS) pada tanggal 24-26 April 2019 yang berlangsung di Hotel JS Luwansa, Jakarta. Tujuan utama dari diadakannya konferensi ini adalah untuk menjadi sarana menciptakan atmosfer ilmiah berkelanjutan bagi para sarjana, akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk berbagi pengetahuan dan praktik terbaik dalam menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, khususnya di negara-negara berkembang.

2nd ICOHS kali ini mengangkat tema “Occupational Health and Safety Implementation in Developing Countries Toward Industry 4.0” atau Implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Negara Berkembang Menuju Industri 4.0 dan mengangkat beberapa sub tema diantaranya menyangkut Tantangan Organisasi Kerja K3 di Industri 4.0, Kerangka Kerja legislatif dan Peraturan K3 di Industri 4.0, Sistem Manajemen K3 dalam Industri 4.0 dan Manajemen Risiko Kerja di Industri 4.0.

Tema tersebut diangkat untuk melihat tren, masalah, dan strategi K3 yang berkembang dan mempengaruhi peningkatan K3 di masyarakat secara global, terutama di negara-negara berkembang. K3 menjadi kebutuhan yang sangat mendasar dalam berbagai kegiatan produksi dan industri atau kegiatan tertentu dalam beroperasi secara produktif. Beberapa contoh kebutuhan K3 di beberapa sektor di Indonesia adalah:

• Sektor industri formal (Minyak dan Gas, Penambangan, Konstruksi, dll.)

• Sektor informal (Usaha Kecil Menengah)

• Sektor layanan publik (Rumah Sakit, Logistik, Layanan Pengiriman Barang, dll.)

Bagaimana implementasi pelaksanaan K3 di Indonesia dan bagaimana penerapannya di negara-negara lainnya? Konferensi Internasional tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja akan dibuka oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla dan menghadirkan pembicara dari lembaga terkait seperti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek, Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perhubungan  Budi Karya Sumadi dan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir.

2nd ICOHS juga menghadirkan para akademisi, praktisi dan pelaku usaha seperti Akira Yasukouchi (Presiden Masyarakat Antropologi Fisiologis) Jepang, Richard Johnstone (Universitas Teknologi Queensland), Nepos Pakpahan (VP HSSE Hulu PT. Pertamina Persero), Ameeraly Abdeali (Presiden Dewan Keamanan Nasional Singapura), Prem Rakesh Keervsseben (Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Malaysia), Dwi Soetjipto (Kepala SKK Migas Indonesia), Kelly Johnstone (Universitas Queensland), Lana Saria (Kementerian Sumber Daya Energi), Capt Prita Widjaya (Garuda Indonesia), Fatma Lestari (Universitas Indonesia), Zulkifli Djunaidi, M.AppSc (Universitas Indonesia) dan Heru Susetyo, Ph.D (Universitas Indonesia).

Kepala Departemen K3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Indri Hapsari Susilowati mengatakan penyelenggaraan International 2nd Konferensi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (ICOHS) dengan tema Implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam Pembangunan Negara Menuju Industri 4.0 dimaksudkan untuk ambil bagian dalam memperkuat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara umum di Negara-negara berkembang dan khususnya di Indonesia menuju Industri 4.0.

"ICOHS menjadi sarana untuk mempertahankan keilmuan, atmosfer bagi para sarjana, akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk berbagi pengetahuan dan praktik terbaik dalam implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja, khususnya di negara-negara berkembang," ujar Indri Hapsari.

Lebih jauh Kepala Departemen K3 FKM UI ini menjelaskan konferensi ini memiliki misi untuk mengumpulkan ahli yang kompeten dan berpengalaman di bidang K3, mengumpulkan peserta dari Indonesia dan negara lain, Meningkatkan publikasi ilmiah yang kredibel dan menyediakan komunitas K3 nasional dan internasional yang luar biasa dalam memperbarui pengetahuan dan metode dalam mengatasi tantangan K3.

"Kami sangat senang bahwa konferensi ini telah diterima secara luas. Jumlah abstrak telah diterima dan ditinjau dari yang berbeda negara-negara seperti; Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, Jepang dan Brunei Darussalam yang kemudian dibagi menjadi poster presentasi dan presentasi lisan.

Dalam konferensi ini, juga di gelar beberapa sesi workshop dalam acara pra konferensi terkait beberapa isu penting diantaranya Workshop Keselamatan Transportasi, Workshop Penilaian Risiko Ergonomis, Workshop Penilaian Risiko Psikososial, Workshop Penyakit akibat pekerjaan, Workshop tentang Higiene Industri.

Dan pada Sesi Konferensi Bersama Masyarakat Antropologi Fisiologis Jepang (Simposium Bersama JSPA) menghadirkan nasrasumber Prof. Takafumi Maeda, Prof. Harunobu Nakamura, Prof. Motoharu Takao, Prof. Ping Yeap Loh dan DR. Eng Titis Wijayanto.

Dan pada akhirnya Konferensi Internasional tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Negara Berkembang akan bermanfaat untuk membangun jaringan dengan para ahli dan praktisi di K3 dari berbagai negara, membangun kekuatan nasional dan kolaborasi internasional - baik dalam penelitian dan praktik, mendapatkan Informasi terkini tentang pengetahuan dan praktik terbaik dalam menerapkan K3 serta melakukan Peluang untuk publikasi internasional. (atur)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Presiden Dan Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2019 - 2024
  1. Joko Widodo - Maruf Amin
  2. Prabowo Subianto - Sandiaga Salahudin Uno

Komentar Terakhir

  • BboktkuJek

    This increased blood flow helps create an erection. <a ...

    View Article
  • alat teknik pertukangan

    semoga dengan kemajuan sda ini dapat memajukan berbagai industri dan perekonomian di ...

    View Article
  • epepanigapibi

    Schonlein, bhq.yyrr.beritajabar.id.bcr.jq life's chest, ...

    View Article
  • inubofara

    Remember ydk.fvqq.beritajabar.id.jxy.wq executioner's fashion ? ...

    View Article