Cerdas dalam Menanggapi Berita Menjelang Pemilu 2019, Perlukah ?
Oleh : Eta Gusrianti*

By Adminjabar 21 Feb 2019, 10:43:55 WIBGaya Hidup

Cerdas dalam Menanggapi Berita Menjelang Pemilu 2019, Perlukah ?

Keterangan Gambar : Cerdas dalam Menanggapi Berita Menjelang Pemilu 2019


Perkembangan teknologi digital yang semakin canggih membawa perubahan besar terhadap dunia. Berbagai akses informasi dapat dinikmati dengan bebas tanpa ada batasan ruang dan waktu. Akan tetapi sangat disayangkan dengan adanya kemajuan ini justru semakin beragam pula tindak kejahatan berbasis teknologi, salah satunya penyebaran hoax (berita bohong) yang semakin marak terjadi menjelang pemilu 2019.

Berdasarkan hasil survey Masyarakat Telematika Indonesia pada tanggal 13 Februari 2017 tentang wabah hoax nasional jenis hoax yang sering diterima berkenaan dengan pemilu dan pemerintah menduduki tingkat teratas sebesar 91,80%. Kemudian Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentifikasi 62 konten hoax yang tersebar di internet dan media sosial berkaitan dengan pemilu 2019 selama Agustus-Desember 2018. 

Penyebaran berita hoax yang semakin marak terjadi beriringan dengan kebebasan setiap orang untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi, yang diatur dalam pasal 28F UUD 1945. Namun pada kenyataannya kebebasan ini malah disalahgunakan oleh sebagian orang yang memiliki tujuan tertentu sehingga menimbulkan berbagai masalah sosial antara lain terjadinya perpecahan, instabilitas politik dan gangguan keamanan yang berpotensi menghambat pembangunan nasional.

Oleh karena itu, cerdas dalam menanggapi berita politik menjelang pemilu 2019 sangat penting agar dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Cara yang bisa dilakukan antara lain :
Memperhatikan sumber berita, karena berita hoax umumnya cenderung memihak pada satu pihak tertentu dengan sumber yang tidak jelas.

Membandingkan dengan berita sejenis dari sumber yang berbeda, hal ini bertujuan untuk memastikan keaslian berita.
Mengecek keaslian foto ataupun video, karena video dan foto cenderung mudah untuk diedit.

Membaca keseluruhan isi berita, karena sekarang banyak judul berita yang tidak sesuai dengan isi dan bersifat provokatif.
Mengikuti grup diskusi anti-hoax,  hal ini bertujuan agar kita dapat memperoleh klarifikasi mengenai suatu berita.

Terlibat aktif dalam gerakan literasi, hal ini bisa dilakukan dengan membiasakan diri untuk membaca minimal 20 menit setiap hari yang dapat membuat kita lebih teliti dalam memperoleh informasi.

Melaporkan berita hoax yang ditemui, hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa peduli agar tidak merugikan orang lain.

Alasan lainnya mengapa kita harus cerdas dalam menanggapi berita pilitik menjelang pemilu 2019 karena orang yang ikut menyebarkan berita hoax dapat dikenai hukuman pidana sesuai dengan aturan berikut.

UU No.19 Tahun 2016 pasal 45 A ayat (1) : “setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik, dipidana dengan penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,-- (satu milyar rupiah).

UU No. 1 Tahun 1946 pasal 14 ayat (1) dan (2) :
Ayat 1 “barangsiapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.”

Ayat 2 “barangsiapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan suatu pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat. Sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya adalah tiga tahun.”

UU No.1 Tahun 1946 pasal 15 : “barangsiapa menyebarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga bahwa kabar demikian akan atau sudah dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya dua tahun.”

Dengan adanya undang-undang mengenai sanksi bagi pelaku yang menulis, memposting pertama kali dan yang mendistribusikan atau sharing  berita hoax, kita dituntut untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan cerdas dalam menanggapi berita menjelang pemilu 2019.

*Mahasiswi FKIP Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Jambi



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Presiden Dan Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2019 - 2024
  1. Joko Widodo - Maruf Amin
  2. Prabowo Subianto - Sandiaga Salahudin Uno

Komentar Terakhir

  • medoApoms

    wxi [url=https://freecasinoww.com/#]casino game[/url] vmz ...

    View Article
  • TowSoowlinfinge

    lwf [url=https://casinolucky.us.org/#]prairie meadows casino[/url] ...

    View Article
  • Queuemymn

    bny [url=https://freecasinoww.com/#]free casino[/url] ...

    View Article
  • GuestPainc

    [url=https://7440.info/rgion-lmanique/]rgion lmanique[/url] ...

    View Article